Akibat Sampah Meluber, Bau, Akses Jalan Diblokir Warga

0
Warga blokir akses jalan di Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.
Warga blokir akses jalan di Jalan Kebangkitan Nasional, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.

hamparan.info – Pada Sabtu, 7 April 2018, pukul 06.30 WIB, akses jalan masuk ke lokasi tempat pembuangan akhir simpang empat Jalan Kebangkitan Nasional, RT 005 / RW 005 Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mendadak ramai. Rupanya di sana terjadi pemblokiran akses jalan menuju lokasi tempat pembuangan akhir oleh warga setempat. Itu terjadi karena warga di sana kesal.

Alasan warga melakukan pemblokiran jalan itu karena ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh warga kepada pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak.

Menurut warga, pembuangan sampah harus ke belakang, tidak boleh di depan terus dan jalan-jalan kembalikan ke seperti pembuangan awal. Pembersihan paret yang tercemari oleh limbah sampah harus dibersihkan setidaknya 3 bulan sekali.

Sebab di sana ada 2 paret, yaitu paret Madura, Kelurahan Batulayang dan paret Sungai Sahang yaitu paret batas Kelurahan Batulayang dan Kelurahan Siantan Hilir.

Tumpukan sampah tidak boleh terlalu tinggi sehingga bisa mengurangi bau dan harus ada penanganan pengurangan bau. Sampah yang jatuh dari mobil sampah disepanjang Jl. Kebangkitan nasional harus dibersihkan, dan mobil sampah tidak boleh membuka terpal di luar kawasan Dinas Lingkungan Hidup atau di jalan umum.

Limbah kotoran manusia tidak boleh di buang di tempat yang sudah ada sekarang ini. Mobil sampah yang bongkar malam maupan siang tidak boleh terlalu cepat di sepanjang jln kebangkitan nasional.

Parkir mobil tidak boleh di sepanjang Jalan Kebangkitan Nasional di jalan umum. Ketika ada peroyek dilingkungan TPA warga harus dilibatkan dalam pengerjaannya.Penebasan jalan di sepanjang Jalan Kebangkitan Nasionl.

Masyarakat di sekitar TPA yang terkena dampak air limbah sampah wajib diberikan air bersih gratis atau air ledeng gratis. Pembangunan Gg. Badai harus dilanjutkan pengerjaannya. Adanya pemblokiran jalan ini, maka sekitar pukul 08.00 wib dilakukan pertemuan di lokasi pemblokiran yang dihadiri oleh berbagai pihak.

Menanggapi tuntutan warga tersebut maka Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Sriyati, menyampaikan permohonan maaf. “Untuk Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak saat ini sedang melaksanakn cuti dan untuk PJS Wali Kota Pontianak sedang berada di Jakarta,” katanya.

Dia menjelaskan, adanya tuntutan warga terhadap permasalahan yang terjadi di lokasi pembuangan sampah, dia menjelaskan,” Kami dari pihak Pemerintah Kota Pontianak sudah merencanakan dan menganggarkan penataan ulang di lokasi TPA karena untuk lahan lokasi TPA seluruhnya seluas 30,9 hektare dan masih terdapat lahan kosong yang bisa kita manfaatkan,”.

Dia mengakatan, untuk diketahui saat ini sarana dan prasarana di lokasi pembuangan sampah banyak yang rusak dan tidak bisa berfungsi secara maksimal. Sehingga hal tersebut berdampak terhadap pengelolaan limbah sampah.

“Untuk kedepan, jalan akses pembuangan sampah kebelakang akan kita bangun, selain itu terkait saluran pembuangan limbah dan saluran air akan kita bangun secara bertahap karena terbatasnya anggaran yang kita miliki,” katanya.

Adanya limbah yang tercemar di Sungai Sahang dan Sungai Madura, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, sudah melakukan upaya yaitu menaburkan obat Deogen yang berfungsi untuk menyebarkan bakteri yang berfungsi menghilangkan bau dan kuman

“Kalau belum maksimal mungkin obat deogen yang sudah kita taburkan belum sebanyak limbah yang ada,” katanya.

Sebagai informasi untuk warga bahwa dalam 1 (satu) minggu ini, perencanan pembangunan baru selesai dan apabila perencanaan pembangunan sudah selsai. Nantinya akan segera disosialisasikan ke masyarakat sekitar terkait apa-apa yang akan bangun. Berdasarkan hasil pertemuan tersebut disepakati beberapa tuntutan warga yang akan diperioritaskan sebagai berikut :

Permasalahan limbah yang tercemar ke sungai sahang dan sungai madura, karena sungai yang tercemar tersebut digunakan sehari-hari oleh masyarakat.

Pembuangan sampah yang dibuang didepan dekat dengan pemukiman warga harus segera dibuang kebelakang. Air tinja yang dibuang dilokasi TPA apabila terjadi hujan meluap dan mencemari sungai akan segera diatasi.

Sejumlah personel Unit Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Pontianak Utara, turun ke lokasi guna mengamankan kegiatan.

Kepala Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Pontianak Utara, Inspektur Dua Polisi Suharto menjelaskan, setelah mendengarkan penjelasan dan jawaban dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, warga menyetujui untuk membuka kembali akses jalan masuk ke lokasi TPA.

“Sekitar pukul 10.00 WIB kegiatan berakhir, selama kegiatan berlangsung dilakukan pengamanan dari anggota Polsek Pontianak Utara dengan jumlah 12 personel dan Babinsa Siantan Hilir. Situasi aman dan kondusif,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here