Ini Seruan Petisi Stop Senapan Angin

0
Pongo Ranger pada Hari Hutan International. (foto: IAR Indonesia)
Pongo Ranger pada Hari Hutan International. (foto: IAR Indonesia)

hamparan.info – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas pemuda yang bergerak dalam bidang edukasi lingkungan hidup di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Pongo Ranger, membuat petisi untuk memperketat penggunaan senapan angin di City Mall Ketapang.

Pembuatan petisi ini merupakan salah satu rangkaian acara yang digelar oleh Pongo Ranger bekerja sama dengan IAR Indonesia dan pihak City Mall Ketapang dalam rangka memperingati Hari Hutan Internasional.

Ketua panitia acara, Shafa Fakhir, mengatakan ide untuk membuat petisi ini muncul setelah banyaknya kasus kejahatan terhadap satwa liar yang terjadi di Kalimantan baru-baru ini.

“Petisi ini kami buat menyusul banyaknya satwa liar yang menjadi korban kejahatan senapan angin. Kami tidak ingin kejadian pembunuhan orangutan yang terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur terjadi juga di sini,” kata Shafa Fakhir.

Petisi ini ditujukan untuk Kapolres Ketapang agar memperketat penggunaan senapan angin. Merujuk pada Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 8 tahun 2012 yang berbunyi “Senapan angin hanya boleh digunakan untuk kegiatan olahraga menembak sasaran dan di lokasi yang sudah ada izinnya. Kepemilikan senapan angin harus ada izin dari Polda setempat dengan beberapa persyaratan.”

Dengan demikian, kepemilikan senapan angin harus mendapatkan ijin dari kepolisian. Hal ini untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dan penyalahgunaan senjata tersebut. “Kami akan membawa petisi ini ke kantor Polres Ketapang. Harapannya, Bapak Kapolres mau melarang atau paling tidak memperketat izin penggunaan senapan angin,” kata siswi kelas X SMA 1 Ketapang ini.

Ketua Yayasan IAR Indonesia, Tantyo Bangun, mengapresiasi sikap kaum muda Ketapang yang sangat peduli dengan lingkungan hidup.

“Hari ini kita saksikan dua sikap yang sangat lugas disampaikan oleh generasi milenial di Ketapang dan Kalimantan Batat secara umum. Pertama, mereka menyatakan sikap menolak budaya kekerasan yang tercermin dari petisi untuk penegakan aturan penggunaan senapan angin. Kedua, mereka mendukung pelestarian alam dengan menyuarakan pentingnya melindungi satwa liar untuk Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan,” kata Tantyo Bangun.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, mengaku tersentuh dan sangat bersyukur dengan inisiatif dari anggota masyarakat yg notabene anak-anak muda ini untuk berperan serta dalam upaya2 konservasi satwa liar.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghormatan saya setinggi tingginya untuk mereka. Anak-anak muda Ketapang, anda kereennn!!!,” kata Sadtata Noor Adirahmanta.

Selain pembuatan petisi, Pongo Ranger juga menggelar kegiatan lomba mewarnai untuk siswa siswi Sekolah Dasar dan lomba menggambar dengan tema Teror Senapan Angin untuk siswa-siswi Sekolah Menengah Atas.

Selain itu juga ada pertunjukan teatrikal dan perkusi serta nonton bareng film dokumenter Asimetris. Tujuan dari rangkaian kegiatan ini adalah untuk memberi penyadartahuan kepada masyarakat tentang fungsi hutan serta mengumpulkan dukungan lewat petisi untuk penegakan hukum bagi pemilik dan pengguna senapan angin illegal dan menegaskan peran masyarakat dalam menghentikan tindakan ilegal yang membahayakan kehidupan satwal liar dilindungi.

Pongo Ranger berawal dari perkumpulan alumni kemah konservasi IAR Indonesia yang melakukan kegiatan bersama,” ungkap Supervisor Edukasi dan Penyadartahuan IAR Indonesia sekaligus Pembina Pongo Ranger, Dwi Riyan. Dia mengatakan bahwa Pongo Ranger terbentuk atas inisiasi mereka sendiri.

“Seiring waktu, perkumpulan ini secara mandiri menginisiasi kegiatan secara mandiri untuk melakukan edukasi dan penyadartahuan terkait kelestarian lingkungan di Ketapang. Setelah solid, mereka kemudian membuat struktur yg baku, serta publikasi secara mandiri dengan nama Pongo Ranger,” kata Dwi Riyan, dikutip dalam siaran pers rilisnya yang diterima berbagai media di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here