Tim Menembak Tersebar di Singkawang

0

hamparan.info – Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar M, S.H., M.Tr (Han) menutup Mobile Training Team (MTT) Menembak Tersebar Tahun Anggaran 2018, di lapangan Rindam XII/Tanjungpura, Senin (26/3/2018).

Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, pada awal amanatnya yang dibacakan Danrindam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar, mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan para mantan petatar penataran MTT menembak tersebar dapat menyelesaikan dengan baik, lancar dan aman.

“Pengetahuan maupun keterampilan yang didapat agar diaplikasikan secara baik dan benar baik secara pribadi maupun kelompok, guna mendukung tugas pokok di satuan masing-masing,” ujarnya.

Menurut Panglima Kodam XII/Tanjungpura, bahwa penataran MTT menembak yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi para perwira dan Bintara di jajaran Kodam XII/Tanjungpura. Juga, mampu menyelenggarakan latihan menembak di satuan masing-masing.

“Latihan menembak tidak akan ada habisnya, tidak terbatas. Setelah keluar dari penataran ini, ilmu pengetahuan yang didapatkan, agar disampaikan kepada rekan-rekannya di satuan masing-masing, sehingga ilmu pengetahuan tentang menembak selalu terpelihara. Dan hilangkan rasa malas, rasa capek, rasa jenuh, dan timbulkan jiwa ingin tahu dalam bidang menembak, cintai profesi masing-masing, termasuk hobby menembak,” ucap Panglima Kodam XII/Tanjungpura, berpesan.

Usai menjadi Irup Danrindam XII/Tanjungpura Kolonel Infanteri Khairul Anwar, melakukan Jam Komandan kepada mantan peserta MTT menyampaikan, bahwa menembak merupakan salah satu dari kecabangan olah raga, yang akan dilombakan, bukan saja di tingkat nasional, bahkan akan mencapai ditingkat Internasional atau dunia, seperti ASAM dan AARM.

“Pelihara kemampuan yang telah dimiliki, bahkan ditingkatkan sampai kepuncak atau mahir, sehingga orang lain tidak dapat meraihnya”, Danrindam XII/Tanjungpura, menegaskan.

Selain itu, Danrindam juga menyampaikan, bahwa ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah didapatkan di dalam penataran MTT menembak di Tahun Anggaran 2018, bukan saja materi yang terdapat di dalam direktif namun melebihi dari itu, karena dimasukan materi AARM dan lainnya.

“Raih prestasi setinggi-tingginya melalui kemampuan menembak, tidak ada kesempatan datang dua kali, dengan cara pupuk motivasi dan semangat diri dan jauhi penyakit-penyakit yang bisa merugikan diri sendiri,” ujar Danrindam.

Menjaga fisik yang prima,lanjut Danrindam mengingat kan, bagi seorang prajurit merupakan kunci dalam menjalankan tugas negara, karena dengan fisik yang prima maka seorang prajurit dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Dengan demikian pelihara fisik dan berlatihlah dengan sungguh-sungguh. Selain fisik, mental juga perlu dilatih dan dibina, sehingga keterpaduan antara fisik yang prima dan psikologi yang tenang akan menghasilkan petembak-petembak yang dapat dihandalkan, bukan saja di tingkat nasional, bahkan dapat menginjak yang lebih tinggi yakni tingkat dunia,” ujar Danrindam XII/Tanjungpura.

Selanjutnya Danrindam juga berpesan agar menjadi prajurit tidak lemah dengan fisik dan mental yang tidak prima, mengingat tantangan tugas dewasa ini semakin keras dan medan yang berat juga akan dihadapi setiap prajurit yang bertugas baik di medan perang maupun di medan tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dari sinilah saya menekankan agar para prajurit benar-benar serius untuk memanfaatkan ilmunya nanti ketika sudah kembali kesatuan masing-masing, “ tutup Kolonel Infanteri Khairul Anwar M, S.H., M.Tr (Han) dikutip dalam surat etektroniknya yang diterima hamparan.info. (HI-001)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here